Standard

aku mengenal dia yang telah tiada..

hidup dalam setiap denyut kehidupan orang-orang yang ditinggalkannya

menyisakan kenangan-kenangan manis yang sulit dilupakan

hal sederhana yang begitu berkesan.. menjadikan harta berharga yang begitu erat disimpan dalam benak..dalam ingatan..

hal-hal sederhana yang begitu lekat kurasakan..walau kita tak pernah berjumpa,,tapi kau kenalkan melalui anak-anak yang telah kau tinggalkan..melalui istri yang telah engkau payungi dengan kesabaran dan kasih sayang selama hidupmu…

aku merasakan kehadiranmu… ayah mertua…

4 hari lagi adalah tepat setahun aku bertemu dengan isterimu tercinta yang telah engkau tinggalkan…

hari ulangtahunku ke 27 tahun…

Allah memberikan kado terindah untukku…yaitu putramu…

terima kasih telah mengajarkan banyak kepada putramu..

terima kasih karena menjadi figur yang baik untuknya…

terima kasih…dia adalah suami yang sangat tepat untukku,,,

dia adalah lelaki pilihan Allah…

dan aku mencintainya karena Allah..

semoga Allah memberikan tempat yang indah untukmu.. ayah mertua..

aku mengenalmu…sungguh merasakan kehadiranmu… 🙂

saya kembaliiii, hehe.:)

Standard

saya kembaliiiiiiiiiiiii….

dan membawa rasa dag dig dug disini..hehe.. waktu berlalu sangat cepat. Hari-hari dipadati persiapan ini itu. sampai-sampai tak sempat rasanya menilik wp dan berselancar membaca postingan tulisan. masih ada sisa waktu 45 menit, saya ingin bercerita disini..saya rindu menuliis…

moment apa yang belum sempat saya tuliskan y? (gali-gali memori dulu). banyaaak ternyataa. em…saya sortir dulu..cling..cling..cling.. (ini bunyi mulut saya,hehe)..

saya ingin bercerita tentang impian.. sepertinya itu yang sedang dan terus menggema di fikiran saya akhir-akhir ini. sebentar lagi, saya akan memulai kehidupan baru, bertemu dengan orang-orang baru yang nantinya akan menjadi keluargaku. rasanyaa..nano-nano.. dan campur aduk sekali..hehe..

well… saya pernah beranggapan bahwa..apa yang saya alami saat ini, apa yang saya lakukan saat ini akan mengantarkan saya ke tempat dan kesempatan lain di waktu mendatang. jadi saya berfikir, ketika saya mewujudkan selangkah saja menuju impian saya, maka langkah-langkah selanjutnya akan terayun mengikuti. walau kondisi seolah menempatkan impian saya di titik yang sulit untuk segera saya wujudkan. walau impian itu masih jauh dari jangkauan..saya ingin tetap membuatnya hadir dalam hari-hari saya. mungkin hanya 5 menit, mungkin hanya satu langkah, mungkin hanya satu goresan, mungkin hanya menata ulang.. semoga saya tetap bisa berbuat walau hanya sedikit sekali. semogaaaaa…

sepertinya saya ini seorang pemimpi…mengapa impian saya banyak yah..hehe…impian bagi saya seperti..bensin untuk mesin..seperti air untuk manusia.. sangat pentiiingg… untuk kelangsungan hidup jiwa saya..ehem.. cieehh…

sekiaaan duluuu.. yaa.. dilanjut…

Sabar, Ini Soal Waktu (2)

Standard

Aku…akan terus berusaha memahami dan meresapi ayat ini… kini..dan sampai nanti

“Kaum laki-laki itu adalah pelindung bagi kaum wanita, oleh karena Alloh telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. sebab itu Maka wanita yang saleh, ialah yang TAAT kepada Alloh lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Alloh telah memelihara (mereka)” 

(QS. An Nisa : 34)

Sejatinya setiap insan mendamba saling berkasih sayang. Merasakan kehangatan karena perhatian ataupun senyuman ramah

Sebenarnya riak gelombang rasa mencari labuhan keteduhan kedamaian

Sejujurnya hentakan hasrat menghantam karang-karang kokoh penjagaan diri

Alangkah syahdu..wahai hati yang berpadu kasih dalam ikatan suci ridho ilahi

Lihatlah..keteduhan melingkupi senyum berhias puja puji syukur pada Robbi..

Begitulah kiranya… pernikahan adalah penjagaan dan pemeliharaan dari Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang

Agar riak rasa berlabuh dalam kedamaian

Agar hasrat bersahabat

Dan bersiap membangun sebuah peradaban di dunia kecil.. sebuah keluarga

Maka…bantu kami mendayung dengan benar.. Ya Rabb

Hingga selamat ke dermaga yang telah Kau pilihkan untuk kami

Yaa Muqallibal Quluub, Tsabbit Qalbi ‘Ala Diinik’

Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu

Hai..kamu yang ada di sana…

Mari saling menjaga

Sampai saat itu tiba

Semoga Barakah..

Semoga diridhoi-Nya

(^_^)

#countdown timer is ON!!

Sabar, ini soal waktu

Standard

Menunggu tetesan embun jatuh dari pucuk-pucuk daun

Menunggu garis putih menyerobot di sela-sela gelap fajar

Menunggu merah saga memeriahkan cakrawala

Menunggu angin berhembus membawa uap air

Menunggu tetesan hujan mengangkat aroma tanah

Menunggu keajaiban hujan dan panas dalam lengkungan warna-warni di langit

Menunggu kuncup bunga mekar

Menunggu saat kamu……………………………………………………………………

Menunggu saat DIA……………………………………………………………………..

Menunggu moment terindah dalam hidupku

Saat bertemu denganmu…

Saat bertemu dengan-Nya…

Semoga… Aamiin

 

“Dan bersabarlah menunggu ketetapan Tuhanmu, karena sesungguhnya engkau dalam pengawasan Kami” (At Thur:48)

“Dan karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu sangat besar” (An Nisa’ : 113)

“Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karuniaNya kepadamu sehingga engkau menjadi puas” (Ad Dhuha:5)

 

Aside

Karena surga diisi oleh orang-orang yang sabar. Maka bersabarlah embun kaca.. Tak cukup hanya mengaku beriman sebelum diuji.. Bersabarlah… Kau tahu apa yang perlu dilakukan… Ini adalah soal waktu.. Sampai ketetapan itu jatuh padamu.. Tak perlu khawatir dan bersedih.. Mohonlah perlindunganNya, petunjukNya, ampunanNya…

 

Yaa..muqollibal quluubii tsabbit qolbi ‘ala diiniika..